Jumat, 15 Maret 2013

BERIKAN HAK KAMI


BERIKAN HAK KAMI


      Assalamu'alaikum wr. Wb.
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan berakhirnya pekerjaan siring di tempat kami Jalan Panglima Batur RT. 4 Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala, maka dengan mengajukan permintaan sebagaimana pokok surat di atas.
Jalanan kami ini adalah jalanan asal dan termasuk wilayah Marabahan Kota, zaman dulu tidak pernah longsor apalagi dengan adanya rumah penduduk ditepi sungai Barito. Lebih-lebih lagi dibuatkan siring dari ulin oleh pemerintah daerah. Ukhuwah persatuan, kekompakan cukup baik aktifitas dalam bekerja dan bermasyarakat bejalan dengan lancar dan baik Setelah pembuatan siring masyarakat merasakan resah gelisah segala kegiatan aktifitas di jalanan terhenti dari sangat merugikan masyarakat.
Tujuan pemerintah membuat siring adalah untuk keindahan kota dan kesejahterain penduduk, tetapi sekarang ini sebaliknya karena para pekerjanya/pemborongnya tidak profesiona/tidak tenaga ahlinya maka terjadilah siringnya tersebut ambruk total sampai kejalanan, halaman dan teras rumah penduduk, serta Moshola tempat kami beribadah yang baru selesai kami bangun ikut rusak apabila air pasang di dalam moshala tersebut digenangi air, pembangunan langgar ini adalah swadaya masyarakat yang lamanya 3-4 tahun dana dikumpulkan dana masyarakat dan ada juga dari pemerintah daerah.
Jumlah biaya untuk membangun Moshola tersebut + Rp 150.000.000 (seratus lima pulut juta), dengan robohnya siring dan beberapa kerusakan lainnya berarti berapa uang negara/rakyat terbuang percuma, disamping masyarakat yang kena imbasnya menderita.          .
Kami lihat di Plang pembangunan siring itu menggunakan dana APBN tahun 2011 sebesar Rp 7.624.891.000 (tujuh milyar enam ratus dua puluh empat juta delapan ratus sembilan puluh satu ribu rupiah), seandainya dana sebesar itu dibangunkan siring dari ulin seperti dulu dan jalanannya di aspal sampai ke kodim 1005 tentu masih ada sisanya, masyarakat dapat menikmati jalanan tersebut daripada siring yang sekarang ini.